Antisipasi Macet Libur Panjang

CERITA ‘kelam’ tentang libur panjang terjadi pada Desember 2015 lalu. Libur panjang dide? nisikan sebagai libur minimal tiga hari atau lebih di waktu berurutan. Ketika itu ada libur panjang selama lima hari yang merupakan rangkaian libur Maulid Nabi Muhammad dan Natal bersamaan dengan libur sekolah.

Karena antisipasi nihil, yang terjadi ialah kemacetan total hampir di semua ruas tol dan jalan nasional nontol di Pulau Jawa. Dengan becermin pada kejadian itu, libur panjang mesti mendapat perhatian serius.

Apalagi libur serupa akan banyak ditemui sepanjang 2016. Yang terdekat dari sekarang ialah libur mulai Sabtu (6/2) hingga Senin (8/2) yang merupakan hari libur perayaan Imlek. Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Elly Adriyani Sinaga mengakui pelajaran utama dari kemacetan luar biasa di akhir Desember itu ialah bahwa regulator di bidang transportasi tersebut harus mengantisipasi libur panjang lebih serius.

“Kita kurang memikirkan pada saat yang sama terdapat libur anak sekolah,” katanya pada sebuah diskusi yang membahas antisipasi kemacetan saat libur di Jakarta, pertengahan bulan lalu. Karena itu, di waktu-waktu mendatang, Elly menegaskan pihaknya akan lebih meningkatkan kerja sama dan sinergi dengan lembaga lain agar tidak kecolongan lagi.

Hal itu diamini Kasubbid Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Harno Trimardi pada kesempatan yang sama. Ia menawarkan upaya mengantisipasi kemacetan saat libur panjang melalui kerja sama dengan Korlantas Polri dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melakukan rekayasa lalu lintas pada tol maupun nontol.

Kepala Bidang Manajemen Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas Korlantas Mabes Polri Darto Juhartono menyebut lembaganya sedang menyiapkan prosedur operasi standar yang terintegrasi lintas sektoral dan kewilayahan. Penyusunan melibatkan dinas perhubungan, polres, dan polsek. Time window Secara teknis, untuk antisipasi itu, Harno mengatakan Kemenhub akan mendorong pengunaan e-ticket untuk pembayaran tol.Lalu integrasi antar pengelola jalan tol demi memangkas antrean di pintu tol. Untuk jalan nontol, Harno mengusulkan optimalisasi dengan rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ), khususnya yang menunjukkan arah kota utama dan tempat wisata.

Fakta lain yang dicermati ialah penumpang angkutan umum turun 22% saat libur panjang, Desember lalu. Karena itu, perlu peningkatan peran angkutan umum sebagai salah satu upaya pengalihan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Di sisi lain, perlu pengaturan pengoperasian angkutan barang yang selektif. Di satu sisi truk ikut menyumbang kemacetan karena kerap kelebihan kapasitas dan berjalan di bawah kecepatan minimal, tapi pengoperasiannya juga harus dijaga untuk menghindari gangguan distribusi barang.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit menyoroti arus lalu lintas kendaraan yang naik 300% saat libur panjang. Peningkatan itu bisa menjadi petunjuk antipasi kemacetan. “Time window bisa digunakan untuk mengambil tindakan yang diperlukan,“ paparnya. (E-1) Media Indonesia, 4 Februari 2016, Halaman 18

1 komentar:

Posting Komentar