Lincahnya Delica di Jalur Lintas Sumatra

UNTUK membuktikan keunggulan MPV barunya, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengundang wartawan untuk mencoba langsung Mitsubishi Delica dalam Delica's Sumatera Adventure Media Test Drive pada 13-16 Oktober 2014.Rute yang dipilih amat menantang, yaitu Padang - Pekanbaru.

Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatra Barat, dengan etape pertama Padang-Bukittinggi via Solok dan beristirahat sejenak di Danau Singkarak. Di rute itu Delica sudah disuguhi dengan kondisi jalan berliku penuh tanjakan dan turunan curam.

Kesan pertama ialah setirnya yang terasa mantap di berbagai tingkat kecepatan.Tidak terlalu ringan dipadu dengan feed back ideal sehingga kendali kendaraan benar-benar terasa berada dalam genggaman. Iring-iringan enam Delica plus kendaraan pendukung kembali bergerak dengan kecepatan moderat melintasi jalan aspal mulus tapi semakin penuh tantangan. Untungnya kendaraan ini amat mudah diadaptasi.

Ketika melibas tikungan-tikungan berbalik arah hingga 180 derajat dikombinasi tanjakan dan turunan curam, tidak ada efek body roll yang berlebihan.Padahal kendaraan yang dijuluki sport utility MPV ini memiliki ground clearance lumayan tinggi, 190 mm.

Sempat mampir menikmati Sate Padang Mak Syukur yang legendaris di Padang Panjang dan menyikat habis hidangan berenergi tinggi dan jus buah `beroktan tinggi', kami melanjutkan perjalanan menuju industri keterampilan tenun songket UKM Pandai Sikek.

Sejak awal kami terkagum dengan karakter remnya. Walaupun rem sedikit terasa dalam, setiap penambahan pijakan linier dengan bertambahnya kekuatan pengereman. Itu memungkinkan pengemudi mudah melakukan pengereman senyaman mungkin.

Kami tiba di Puncak Lawang yang berketinggian 1.210 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Agam. Sayangnya, kabut pekat membuat kami tidak bisa melihat keindahan Danau Maninjau dari sana. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi terakhir di hari per tama, Bukittinggi.

Bisa lembut bisa galak Dari Bukittinggi, kami kem bali menggeber MPV bermesin bensin 4JJ11 S4 MPI SOHC MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve Electronic Control System) 2.0 liter dengan output 150 PS pada 6.000 rpm dan torsi 191 Nm pada 4.200 rpm menuju Kota Pekanbaru, Riau.

Kami sempat singgah ke Istana Pagaruyung di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, sekitar 50 km dari Bukittinggi, sebelum akhirnya bergerak menuju Lembah Arau yang memiliki panorama perbukitan cadas nan indah. Jalan-jalan berlubang di beberapa titik jalur tersebut seakan menjadi arena bagi Delica untuk menunjukkan kenyamanan suspensi, yang terutama terasa di bangku penumpang baris ketiga.

Sayangnya kenyamanan terusik suara speaker yang tidak mampu menangani nada-nada rendah, padahal head unit-nya cukup canggih. Ada koneksi bluetooth, kabel USB, DVD player, navigasi satelit lengkap dengan sound processor untuk mengolah suara surround.

Dari Lembah Arau, berlanjut hingga tiba di indahnya Kelok Sembilan dengan jembatan-jembatan layang yang berdiri gagah di tengah lembah di antara perbukitan nan elok berbalut halimun.

Di jalan lintas Payakumbuh-Pekanbaru, Sumatra Barat, rombongan singgah di Bandrek House untuk mendengarkan pemaparan fitur dan transmisi Delica dari pembalap nasional Rifat Sungkar. Ia memaparkan berbagai teknik terkait dengan teknologi transmisi otomatis 6-Speed CVT INVECS (Intelligent & Innovative Vehicle Electronic Control System) III dengan dua mode pengendaraan, yaitu D dan DS (sport), serta pilihan pengoperasian normal (full automatic) atau manual.

Mode D, kata Rifat, dirancang untuk memberikan performa kenyamanan maksimal. Pada posisi ini, jangan harap kita merasakan sentakan tenaga mesin khas Mitsubishi yang terkenal `galak'.“Saat pedal akselerasi dibenamkan, kendaraan ini mengalami percepatan yang lembut tapi meyakinkan. Ini sangat cocok ketika membawa anggota keluarga.“

Namun, begitu tuas transmisi kami geser ke posisi sport (DS), langsung direspons dengan bergesernya rasio ke `gigi kecil' disertai meningginya putaran mesin. Tenaga mesin langsung terasa tersalur ke aspal dengan karakter lebih solid. Tekanan pada pedal akselerasi terasa lebih spontan dan agresif.

Bahkan jika dirasa masih kurang `galak', kita tinggal mengaturnya secara manual melalui paddle-shift. Bila Anda tidak mau pusing, Anda tinggal bermain di posisi D atau DS tanpa mengutak-atik mode manual dengan `menyerahkannya' pada perhitungan transmisi pintar.

Untuk melewati jalan mendaki, MPV ini memiliki fitur hill start assist (HSA). Dengan fitur HSA, kendaraan akan tertahan dalam beberapa detik sehingga pengemudi punya waktu untuk memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas tanpa khawatir mobil mundur.

Akhirnya rasa takjub kami menyusut berganti kekaguman ketika mengingat kendaraan ini ternyata juga telah dipersenjatai fitur active stability control (ASC) dan auto stop and go (AS&G) yang dulunya hanya dimiliki sedan-sedan mewah papan atas. (Cdx/S-2) Media Indonesia, 23/10/2014, Halaman : 22-23