Mercedes Mendominasi

Untuk ketujuh kalinya di musim balap tahun ini, Nico Rosberg akan mengawali balapan dari posisi start terdepan. Rosberg yang sudah mengoleksi 4 kemenangan dari 11 seri balapan, memimpin dengan 202 poin dan berpeluang untuk makin mengukuhkan posisi di puncak klasemen.

SETELAH sempat gagal merebut posisi tercepat pada latihan bebas ketiga, pembalap Mercedes kembali menunjukkan dominasi pada sesi kualifikasi Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Franchorchamps, Belgia, Sabtu (23/8). Dua pembalap Mercedes, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton, sukses mengklaim dua posisi terdepan di sesi kualifikasi GP Bel gia.
Rosberg memimpin dengan catatan waktu 2 menit 5,591 detik, sedangkan Hamilton berhak membalap di belakang Rosberg setelah di sesi kualiļ¬ kasi terpaut 0,228 detik dari rekan satu timnya itu.

Ini menjadi pole position ketujuh bagi Rosberg dan yang keempat secara beruntun dari 12 seri yang sudah digelar musim ini. Pembalap asal Jerman itu pun berpeluang memantapkan dirinya di puncak klasemen pemba lap. Sejauh ini, Rosberg yang sudah me ngoleksi 4 kemenangan dari 11 seri balapan memimpin klasemen dengan 202 poin. Kala berpacu di lintasan yang basah akibat hujan, Rosberg bersaing ketat dengan Hamilton untuk mencetak waktu tercepat. Strategi mengganti ban di sela-sela kualifikasi membuatnya mampu melaju lebih cepat dari Hamilton. “Kami punya mobil yang bagus di sini yang membuat kami memimpin di sepanjang sesi. Kami punya peluang yang baik saat lomba. Saya tidak sabar menantikannya,“ kata Rosberg.

Di belakang duo Mercedes, juara dunia 4 tahun terakhir, Se bastian Vettel (Red Bull), mengklaim posisi ketiga de ngan selisih lebih dari 2 detik dari Rosberg. “Ini merupakan kualifikasi yang penuh tipu daya. Saya coba bertahan, tapi ternyata hujan semakin besar dan membuat saya harus menghe mat pemakaian ban. Sangat ketat di belakang duo Mer cedes. Tapi, lintasan ini cukup rumit, “ kata Vettel. ettel. Di bela kang Vettel hingga posisi 10, berturut turut ada Fernando Alonso, Dan iel Ricciardo, Valteri Bot tas, Kevin Magnussen, Kimi Raikko nen, Felipe Massa, dan Jenson Button.

Cacat Sementara itu, keputusan tim Torro Rosso merekrut pem balap remaja, Max Verstappen, untuk berlomba musim depan mendapat kritikan keras dari juara dunia Formula 1 1997 Jacques Villeneuve.
Mantan pembalap asal Ka nada itu mengatakan adanya sistem lisensi super yang membuat Verstappen bisa masuk dalam F1 menandakan kecacatan dalam sistem perekrutan F1. Pasalnya, Verstappen baru berusia 16 tahun dan baru satu musim berlomba di Formula 3 Eropa, “Lisensi super harusnya berarti sesuatu. Bukan hanya bisa mengendarai mobil hingga 300 km/jam. Ini menandakan ada sesuatu yang salah dalam F1,“ kata mantan pembalap tim Williams itu.

Villeneuve mengatakan bukan hanya talenta yang dibutuhkan untuk merekrut seorang pembalap berlaga di F1.Dibutuhkan pengalaman yang cukup panjang untuk bisa menghasilkan pembalap yang matang di lintasan. Pembalap yang berpengalaman akan membuat pembalap lainnya juga nyaman berlomba. “Keputusan ini akan memiliki dua efek. Yang pertama ialah bisa menghancurkan karirnya. Yang kedua, jika pun ia sukses, F1 akan kehilangan arti pentingnya. Ke depan F1 tidak akan memberikan pelajaran yang bagus bagi semua orang,“ kata Villeneuve.(Autosport/R-2) Media Indonesia, 24/08/2014, halaman 6

0 komentar:

Posting Komentar