Produk Mewah Sasar Kelas Atas

PASAR Tiongkok dipandang potensial bagi penetrasi produk furnitur mewah Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan ekspor furnitur ke `Negeri Tirai Bambu' yang naik 20,5% selama lima tahun terakhir.

“Produk furnitur untuk konsumen kelas atas menjadi tren pasar di Tiongkok saat ini,“ ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi seusai peresmian gerai House of Indonesia di Shanghai, Tiongkok, akhir pekan lalu.
Menurutnya, animo konsumen Tiongkok terhadap furnitur murah sudah turun.

“Mereka malah tidak mau yang murah. Produk kita di dalamnya terdapat nilai tambah besar.Ada kerajinan Jepara, Yogyakarta, dan Bali. SVLK (sistem verifikasi legalitas kayu) yang kita perkenalkan itu ternyata juga memberikan tambahan nilai kepada produk kita,“ ujar Bayu.

Selain produk mewah, imbuh Bayu, keunggulan furnitur Indonesia juga karena mengedepankan craftmenship, yakni desain khusus sesuai permintaan konsumen. “Hampir separuh ekspor furnitur kita bentuknya ialah konsumen yang punya ide, kita yang mengerjakan,“ ujar Bayu.

House of Indonesia di Shanghai merupakan gerai pemasaran produk keempat yang diinisiasi Asosasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI).Gerai sebelumnya di Nanning, Iwu, dan Tianjin sudah diresmikan. “Sebentar lagi mudah-mudahan di Beijing. Swasta yang lebih bergerak. Komitmen mereka tidak akan lebih dari 18 bulan dari sekarang (akan diresmikan),“ kata dia.

Selain furnitur, produk lain yang dipasarkan di House of Indonesia antara lain makanan olahan, kopi, dan batik. Upaya itu dilakukan untuk menggaet konsumen kaya dan superkaya yang saat ini mencapai 1% (14 juta) dari total populasi Tiongkok yang mencapai 1,4 miliar orang.

Sekretaris Jenderal AMKRI Abdul Sobur menambahkan, Shanghai dipilih sebagai lokasi gerai pemasaran lantaran merupakan pusat perdagangan dengan target konsumen ekspatriat di kota itu.

“Targetnya langsung ke pemakai, end-user. Jadi kita potong dua rantai, wholeseller dan rantai retailer. Dari eksportir langsung ke reteller, jadi spread labanya lebih besar, tapi kompensasinya harus sewa tempat,“ jelas Abdul.

Ke depan, pihaknya berencana menambah lima gerai, antara lain tambahan satu lagi House of Indonesia di Shanghai, Beijing, Senzhen, dan Nanning. “Kota-kota ini yang pertumbuhannya paling tinggi,“ pungkasnya. (Aim/Wib/E-4) Media Indonesia, 25/09/2014, halaman 18

Menyatunya Pengendara dan All-New Mazda2

SIRKUIT Tokhaci, Hokkaido, Jepang, pagi pekan lalu itu terasa basah diguyur hujan semalaman. Kami, para jurnalis dari Indonesia, berada di sirkuit ini untuk test drive All-New Mazda2. Sebelum kesempatan itu tiba, sejumlah eksekutif Mazda Motor Corporation memberikan briefing.

All-New Mazda2 sudah terparkir di sirkuit. Warnanya merah marun. Sebagai city car, bodinya compact.Mazda menyebut eksterior All-New Mazda2 sebagai kodo design. “Sebuah mobil hanyalah potonganpotongan baja. Namun dengan kodo design, kami dapat memberikan potongan-potongan baja itu kehidupan,“ kata Ryo Yanagisawa, Chief Designer All-New Mazda2.

Kaca depan lebih tegak, dan a-pillar ditarik ke posisi kabin di atas bagian belakang rangka mobil. All-New Mazda2 lebih kecil 100 mm daripada Mazda3. Dengan bentuk seperti itu, Mazda merekonstruksi gerakan yang sesuai untuk mobil kecil.

Desain lampu depannya terinspirasi oleh mata binatang yang sedang mencari mangsa. Bila dilihat dari tiga perempat mobil tersebut, bentuknya terlihat seperti cheetah berlari¬-kaki belakang mendorong daratan dengan kuat.

All-New Mazda2 menggunakan pelek aluminium berukuran 16 inci mesin. “Bagian bahu yang terangkat tinggi dan fender belakang yang menggembung memperlihatkan akumulasi energi terpusat di sekitar ban belakang. Energi terpendam ini dilepaskan dalam bentuk ledakan pada saat maju. Inilah yang kita sebut dengan pouncing motion,“ tambah Yanagisawa.

Tepat pukul 10.00 waktu setempat, test drive di lintasan sirkuit dimulai. Ketika giliran tiba, saya pun memasuki mobil dan sejenak memperhatikan interiornya yang menawan.

Bagian dalam mobil dibagi dalam dua zona, yakni zona pengemudi dan zona penumpang. “Zona kokpit dirancang untuk merangkul pengemudi, sedangkan zona penumpang menciptakan ruang yang nyaman dan lega,“ kata Yanasigawa.

Ketika duduk di kursi pengemudi, saya merasakan kursi yang pas dan nyaman. All-New Mazda2 mengaplikasikan busa tipe urethane di bantalan kursi untuk mengurangi getaran. Ibarat iklan produk furnitur, kalau sudah duduk, lupa berdiri.
Hal ini menciptakan keselarasan antara pengemudi dan kursinya untuk mendapat postur ideal dan mendukung kontrol pengoperasiannya.

“Terkait dengan keselarasan, Anda akan langsung merasakan di saat Anda duduk di kursi All-New Mazda bahwa ia meningkatkan kenyamanan berkendara dengan mengurangi kelelahan fisik dan menambah durasi mengemudi,” papar Kengo Fukushima, Deputy Program Manager All-New Mazda2.

Kemudinya dilengkapi telescopic steering yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan kemudi tersebut dengan kondisi tubuh untuk menghasilkan kenyamanan mengemudi. Pedal gas menyerupai pedal organ. Posisi pedal gas dan rem 20 mm lebih ke kanan. Untuk menghidupkan mesin, pengemudi tinggal menekan tombol start di sisi kiri kemudi. Suara mesin terdengar sangat halus. Transmisinya bisa otomatis sekaligus manual. Ketika kita menekan gas, kendaraan melaju sesuai kecepatan yang kita inginkan.

“Mesin lebih responsif yang dapat dengan mudah dioperasikan dan bereaksi sesuai dengan akselerasi yang ingin diciptakan pengemudi,” ungkap Koichi Shinbata dari Powertrain Development Division Mazda Motor Corporation.

Jenis powertrain All-New Mazda2 yang kelak dipasarkan di Indonesia ialah Skyactiv-G 1.5 L. “Konsep Skyactiv-G telah diadopsi oleh produk generasi sebelumnya, seperti Mazda CX-5, Mazda6, dan Mazda3 yang memungkinkan kami mencapai efi siensi pembakaran yang tinggi seperti rasio kompresi tinggi untuk menawarkan kenikmatan berkendara dan konsumsi bahan bakar yang rendah di saat bersamaan,” sambung Shinbata.

Mesin All-New Mazda2 bertenaga maksimum 115 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimal 148 Nm pada 4.000 rpm itu tak hanya cepat dalam urusan akselerasi. Di lintasan lurus, saya mencoba memacunya hingga kecepatan 130 km per jam. Penguji lain bahkan memacunya hingga kecepatan 165 km per jam.

Dalam test drive itu, kami masing-masing melintas sebanyak dua putaran di sirkuit. Uji kendara dilanjutkan dengan membandingkan All-New Mazda2 dengan mobil merek lain sekelasnya. Pertama-tama, saya mengemudikan mobil merek lain di lintasan yang lebih berkelok-kelok. Setelah itu, saya mengemudikan All-New Mazda2. Saya merasakan mengemudi All-New Mazda2 lebih nyaman jika dibandingkan dengan mobil pesaingnya. Tentu saja itu karena Mazda melakukan inovasi-inovasi produk terbarunya itu.

Melalui inovasi eksterior, interior, dan mesin AllNew Mazda2, Mazda ingin menciptakan sebuah jimba ittai. Jimba ittai ialah fi losofi yang diusung untuk perancangan teknik mesin kendaraan atau dalam bahasa Inggris mempunyai arti horse and rider as one.

Bila diterapkan pada mobil, jimba ittai bermakna oneness between car and the driver. “Kami percaya hubungan antara kuda dan penunggang kuda sangat ideal untuk menggambarkan hubungan antara mobil dan si pengendara,” ucap Fukushima.

All-New Mazda2 akan diluncurkan di Indonesia International Motor Show September 2014. Namun, pihak Mazda belum mau mengungkap berapa harganya. “Pokoknya harganya kompetitif,” kata Astri Ariani, Senior Manager Marketing Mazda Motor Indonesia. (Usman Kansong/S-3) Media Indonesia, 28/08/2014, hal 22-23